• Beribadalah kamu sampai datang "Haqqul Yakin" (kematian)
Kamis, 3 April 2025

Keberhasilan Dakwah Islam dan Pengaruhnya

Bagikan

Sebelum kita mengayunkan langkah berikutnya untuk menyimak masa-masa terakhir dari kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada baiknya jika kita memandang sekilas kinerja yang agung dan sekaligus mempakan inti dari kehidupan beliau, yang karenanya beliau berbeda dengan para rasul dan nabi yang lain, hingga Allah mengangkat beliau sebagai pemimpin bagi orang-orang yang terdahulu dan orang-orang di kemudian hari.
Dikatakan kepada Rasulullah di dalam surat Al-Muzzammil,

Hai orang-orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sedikit (darinya) ” dan seterusnya.

Begitu pula dalam surat Al-Mudatstsir,

Hai orang-orang yang berselimut bangunlah dan berilah peringatan… ” dan seterusnya.

Karena perintah inilah beliau bangkit lebih dari 20 tahun, memanggul beban amanat yang sangat besar di bumi ini, beban seluruh kehidupan manusia, beban seluruh akidah, beban perjuangan dan jihad di berbagai medan.

Beliau memanggul beban perjuangan dan jihad di kancah perasaan manusia yang tenggelam dalam ilusi dan konsepsi jahiliyah, yang diberati beban kehidupan dunia dan yang dilumuri noda-noda syahwat. Ketika perasaan sebagian orang sudah bisa melepaskan diri dari semua jerat jahiliyah ini, mulailah peperangan lain di medan lain. Bahkan peperangan itu datang bertubi tubi tiada henti-hentinya, melawan musuh-musuh Allah, dan para pendukungnya serta mereka yang berpegang teguh kepada keyakinan jahiliyah, sebelum keyakinan jahiliyah ini berkembang biak di segala penjuru, lalu membentuk medan yang lain. Hampir semua Jazirah Arab dirambah peperangan ini,bahkan pasukan Romawi pun menggelar pasukan besar untuk menghadapi umat yang baru ini dan bersiap sedia menghadangnya agar tidak merambah ke utara.

Selama berlangsungnya berbagai peperangan ini, peperangan pertama yang merupakan peperangan perasaan tidak pemah padam, karena ini merupakan peperangan abadi. Pemicunya adalah setan, yang sesaat pun tidak pernah terpicing untuk mengusik sanubari manusia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanaltan dakwah Allah di sana, di tengah peperangan yang terus berkecamuk di berbagai medannya, sambil terus berusaha untuk mempertahankan kehidupan. Sementara orang-orang mukmin di sekitar beliau mengharapkan terciptanya keamanan dan ketenteraman. Beliau melaksanakan semua tugas ini dengan semangat yang tidak pemah mengendor dan penuh kesabaran. Pada malam harinya beliau bangun untuk beribadah kepada Allah, membaca Al-Qur’ an dan tunduk kepada Allah seperti yang diperintahkanNya.

Begitulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjalani kehidupan dalam kancah peperangan yang seakan tidak ada ujungnya selama lebih dari 20 tahun. Selama itu pula beliau tidak pemah lalai terhadap satu urusan tertentu, karena sibuk mengurusi urusan yang lain, hingga akhirnya dakwah Islam berhasil secara gemilang, merambah kawasan yang amat luas, sulit diterima nalar manusia. Seluruh Jazirah Arab tunduk kepada dakwah Islam, debu-debu jahiliyah tidak lagi tampak di udara dan akal yang tadinya menyimpang kini menjadi lurus, sehingga berhala ditinggalkan bahkan dihancurkan. Udara Arab berubah dipenuhi suara-suara tauhid, adzan untuk shalat terdengar memecah angkasa dan sela-sela gurun yang telah dihidupkan iman. Para pengajar Al-Qu’ran dan pergi ke arah utara dan selatan, membacakan ayat-ayat di dalam Kitab Allah dan menegakkan hukum hukum-Nya.

Berbagai kabilah dan suku yang bertebaran di mana-mana bersatu padu. Semua orang keluar terhadap penyembahan hamba kepada penyembahan terhadap Allah. Di sana tidak ada pihak yang merasa dipaksa dan pihak yang memaksa, tuan dan hamba, pejabat dan rakyat, orang zalim dan dizhalimi. Semua manusia adalah hamba Allah, saudara yang saling mencintai dan melaksanakan hukum Allah. Allah telah menyingkirkan gelombang jahiliyah, kesombongan dan pengagungan terhadap nenek moyang. Di sana tidak ada sisa-sisa kelebihan orang Arab atas non-Arab, ataupun kelebihan orang non Arab atas orang Arab, tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah atas orang yang berkulit hitam ataupun kelebihan orang yang berkulit hitam atas orang yang berkulit merah, kecuali dengan ukuran takwa. Semua manusia adalah anak keturunan Adam dan Adam tercipta dari tanah.

Berkat kelebihan dakwah Islam ini terciptalah kesatuan bangsa Arab, kesatuan manusia, keadilan sosial, kebahagiaan manusia di segala aspek kehidupan dunia dan juga permalasahan kehidupan akhirat. Perjalanan hari dan wajah bumi berubah total, garis sejarah bertoreh membentuk garis yang lurus dan cara berpikir pun berubah drastis.

Sebelum ada dakwah Islam, ruh jahiliyah menguasai dunia, membuat perasaan dan jiwanya sakit, mengenyahkan nilai-nilainya, meliputinya dengan kegelapan dan perbudakan, menciptakan jurang pemisah antara kehidupan yang serba mewah dan kemiskinan, menyelimutinya dengan kekufuran, kesesatan dan kegelapan. Sekalipun di sana ada agama samawi, tetapi agama ini sudah kehilangan taringnya, tidak lagi mempunyai kekuasaan, sudah tersusupi penyimpangan dan pengubahan, sehingga yang menyisa hanya upacara-upacara yang kaku tanpa memiliki kehidupan ruh.

Setelah dakwah Islam tampil memainkan perannya dalam kehidupan manusia, maka ruh manusia bisa lepas dari ilusi dan khurafat, dari perhambaan dan perbudakan, dari kerusakandan pembusukan, dari noda dan penyimpangan. Manusia bisa lepas dari kezhaliman dan kesewenang-wenangan, dari perpecahan dan kehancuran, dari perbedaan kelas, kediktatoran penguasa, dan pelecehan para dukun. Dakwah ini tampil membangun dunia berdasarkan kehormatan dan kebersihan, hal-hal yang positif dan membangun, kebebasan dan pembaruan, berangkat dari pengetahuan dan keyakinan, kepercayaan dan iman, keadilan dan kehormatan serta kinerja yang berkesinambungan, untuk membangkitkan dan meningkatkan kehidupan serta memberikan hak kepada semua orang.

Dengan tahap-tahap perkembangan ini, Jazirah Arab bisa menyaksikan kebangkitan yang penuh barakah, yang tidak pernah disaksikan perkembangan macam apa pun dan tidak pernah djumpai yang seperti itu dalam perjalanan sejarah manusia.

Sumber : Kitab Sirah Nabawiyah – Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury

Luas Tanah+/- 740 M2
Luas Bangunan+/- 500 M2
Status LokasiWakaf dari almarhum H.Abdul Manan
Tahun Berdiri1398H/1978M